Bertemu Fadli Zon, Kepala Museum NTB Laporkan Progres 9 Museum Desa
Gebrakan "Kotaku Museumku" yang diinisiasi Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai membuahkan hasil nyata di akar rumput. Hingga awal tahun 2026, tercatat sebanyak sembilan Museum Desa telah terbentuk dan aktif di berbagai pelosok desa di NTB.
Capaian positif ini dilaporkan langsung oleh Kepala Museum Negeri NTB,DR. Ahmad Nur Alam, M.H, kepada Menteri Kebudayaan RI, Prof(Hon). Dr. Fadli Zon, dalam sebuah pertemuan hangat di kompleks Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Rabu (18/02/2026).
Ahmad Nur Alam menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat desa untuk mendokumentasikan sejarah dan identitasnya sangat tinggi sejak program ini diluncurkan pada Januari 2025 lalu. Keberhasilan ini tidak lepas dari stimulus berupa Festival Museum Desa yang memicu kompetisi positif antarwilayah.
"Kami melaporkan perkembangan Museum Desa setelah diresmikan Pak Menteri setahun lalu. Saat ini sudah ada sembilan museum desa yang terbentuk. Desa-desa sangat antusias, dan pada tahun 2026 ini kami akan kembali menggelar festival serupa agar target jumlah museum desa yang terbentuk semakin banyak," ujar Ahmad Nur Alam.
Dialog Cair Selama Dua Jam
Meski dalam jadwal keprotokolan menteri pertemuan tersebut hanya dialokasikan selama 30 menit, suasana diskusi yang gayeng membuat durasi molor hingga lebih dari dua jam. Fadli Zon yang dikenal sebagai kolektor benda bersejarah bahkan mengajak delegasi NTB berkeliling ruang kerjanya untuk melihat berbagai koleksi yang tertata artistik.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Nur Alam juga menyerahkan buah tangan literasi berupa buku hasil kajian Museum NTB yang membahas tentang sistem bercocok tanam tradisional masyarakat Sasak serta Manuskrip Markum.
Pesan Menteri: Jangan Cepat Puas
Menanggapi laporan tersebut, Fadli Zon memberikan apresiasi tinggi namun tetap menitipkan pesan agar Museum NTB terus melakukan inovasi. Ia menekankan pentingnya museum daerah untuk tidak hanya menjadi tempat penyimpanan barang, tetapi juga pusat kajian.
"Pak Menteri berharap selain fokus pada Museum Desa, Museum NTB sebagai induknya harus terus berbenah. Beliau mendorong kami memperkuat publikasi hasil kajian koleksi dan lebih produktif dalam menerbitkan buku sebagai fondasi pemajuan kebudayaan," tambah Ahmad.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya melestarikan kebudayaan dari level paling dasar, yakni desa.
