-

BRIN Lakukan Penelitian Naskah Kuno di Museum NTB

2024-10-22

Museum Nusa Tenggara Barat (NTB) menerima kunjungan dari tim peneliti organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam rangka penelitian terhadap koleksi manuskrip kuno yang dimiliki museum NTB.

Penelitian yang bertemakan Riset dan Inovasi Untuk Indonesia Maju (RIIM) ini berkolaborasi dengan Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) mataram dan Istitut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor berjudul 'Eksplorasi dan Ekspedisi Manuskrip di Nusa Tenggara Barat Sebagai Sumber Sejarah dan Budaya Lokal'.

Ketua Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), As. Rakhmad Idris menyampaikan penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai isi dan sejarah manuskrip yang dianggap memiliki nilai penting bagi ilmu pengetahuan, sejarah, dan budaya lokal.

"Jadi tujuan kami dalam penelitian ini adalah kami harus melakukan meta data terhadap manuskrip. Dari meta data itulah yang kami akan menerbitkan jadi katalog naskah", katanya, pada Selasa (22/24) di Aula Tambora Museum NTB.

Ia berharap dengan penelitian ini dapat menghasilkan meta data dari manuskrip yang ada di NTB, dan juga pihaknya akan melakukan digitalisasi terhadap manuskrip sebagai salah satu fungsi pelestarian dan edukasi kepada masyarakat.

"Jadi tuntan terakhir dalam penelitian kami yaitu menerbitkan jurnal dari hasil penelitian manuskrip ini", jelasnya.

Sementara itu, Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, S.H., M.H menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, penelitian yang dilakukan oleh BRIN ini berkaitan dengan rencana strategis Museum NTB yaitu museum berbasis penelitian dan riset.

"Jadi memalui strategi ini kami harap bisa memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian budaya di NTB yang berbasis publikasi Ilmiah", tuturnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa, total naskah yang ada di Museum berjumlah 1.275 naskah. Sehingga saat ini pihaknya telah melakukan upaya pelestarian yaitu mengidentifikasi naskah dan dilakukan alih bahasa - alih aksara dan kemudian digitalisasi. "Setelah itu kami melakukan kajian yaitu bedah naskah", sambungnya.

Dengan begitu Ia berharap manuskrip yang diteliti oleh BRIN nantinya dapat dipublikasikan dalam bentuk buku serta menyediakan akses digital bagi publik yang tertarik untuk mempelajari naskah lebih jauh.

"Kami berharap pertemuan ini menjadi langkah awal dalam program jangka panjang untuk melestarikan literatur kuno yang ada di NTB", harapnya.