NTB ngebut bangun museum desa, Targetkan tiap kampung jadi museum hidup
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mempercepat pembentukan museum desa sebagai upaya mewujudkan destinasi pariwisata berbasis kebudayaan sekaligus memperkuat pelestarian warisan sejarah.
Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam di Mataram, Rabu, mengatakan jumlah museum di NTB saat ini mencapai 15 museum yang tersebar di berbagai daerah mulai dari Lombok hingga Sumbawa.
"Kami ingin museum desa terus bertambah agar semakin memperkuat pelestarian benda bernilai sejarah dan menjadi objek wisata baru berbasis kebudayaan," ujarnya.
Nuralam memaparkan NTB awalnya hanya memiliki lima museum, yakni empat museum di Sumbawa dan satu museum di Lombok.
Melalui program strategis Museum NTB bertajuk "Kotaku Museumku, Kampungku Museumku", Museum NTB menginisiasi pembentukan delapan museum desa di Lombok pada tahun 2025.
"Memasuki tahun 2026 bertambah lagi dua museum, yaitu Museum Yayasan Asthapura Rinjani dan Museum Sanggar. Kini, total ada 15 museum di NTB," kata Nuralam.
Jumlah museum yang terus bertambah di NTB merupakan visi besar Museum NTB untuk menjadikan setiap desa sebagai kawasan living museum atau museum hidup.
Nuralam menyampaikan bahwa museum desa tidak hanya sebagai pusat destinasi tetapi dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif. Hal itu juga selaras dengan agenda pemerintah dalam memajukan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya sebagai ciri khas bagi setiap daerah.
Menurutnya, museum desa juga bisa menciptakan ruang bagi generasi muda untuk berkarya, merawat warisan budaya leluhur, hingga menjadikan sejarah dan budaya terus hidup.
"Kami yakin museum-museum desa ke depan dapat menjadi pendukung pariwisata berkualitas," ucap Alam.
Kepala Bidang Kebudayaan dari Dinas Kebudayaan dan Pendidikan Kabupaten Lombok Timur, Abdul Hayyi, mengapresiasi upaya Museum NTB dan mendorong agar museum-museum desa di Lombok Timur segera terwujud demi pelestarian dan pemajuan kebudayaan.
Ia mengungkapkan koleksi benda-benda yang bernilai sejarah masih banyak tercecer di masyarakat, sehingga keberadaan museum desa bisa bermanfaat untuk menyimpan, merawat, dan sebagai saranan edukasi sekaligus budaya daerah.
